twitter
rss


ANALISIS SILABUS MAPEL PAI DI SEKOLAH SMA
DAN STRATEGI PENGEMBANGANNYA
Oleh :
Upik Khoirul Abidin
BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
Berbegai upaya untuk meningkatkan kualitas dan hasil pendidikan terus dicari, diteliti, dan diupayakan melalui berbagai cara. Karena pedidikan dapat dikatan seperti organisme yang terus berkembang menuju pada kesempurnaan searah dengan perkembangan jamnnya.
Pendidikan bukan merupakan komponen yang berdiri sendiri, melainkan banyak komponen yang melekat padanya, seperti pendidik atau guru, peserta didik, kurikulum, dan sarana prasarana. Oleh kerana itu, komponen-komponen ini saling berkaitan untuk meciptakan pendidikan yang mendidik. Misalnya, komponen pendidik; jika dalam proses belajar mengajar komponen ini tidak terpenuhi bisa jadi pembelajaran tidak berjalan maksimal, sebab guru merukan ujung tombak atau sebagai alat utama untuk mentransfer pengetahuan kepada peserta didik.
Peserta didik; begitu ironi jika komponen ini tidak ada, karena peserta didik merupakan target utama dalam pendidikan. Selanjutnya sarana prasarana; meskipun berbagai pendapat ada yang mengatakan bahwa sarana prasana yang kurang memadai masih bisa dilaksanakan proses belajar mengajar, namun komponen ini sangat besar pengaruhnya terhadap keberhasilan belajar peserta didik. Sekolah yang memiliki sarana prasana yang baik dapat dipatikan akan jauh berbeda kualitas keluarannya dengan sekolah yang sarana prasarananya rendah. Komponen berikutnya yang sangat urgen adalah kurikulum, sebab kurikulum ibarat jalan untuk mencapai tujuan dalam melaksanakan pendidikan, kurikulum seperti dijelaskan oleh saylor dan Alexander adalah the total effort of the school situations, maksudnya kurikulum merupakan keseluruhan usaha yang dilakukan oleh sekolah atau lembaga untuk mencapi tujuan yang sudah direncanakan[1]. Dari sini dapat dimengerti bahwa komponen yang berada di dalam kurikulum bukan sebatas mata pelajaran, melainkan termasuk proses belajar maupun usaha-usaha yang dilakukan dengan dalih mencapai daripada tujuan tersebut. Sebab pada hakekatnya pengembangan kurikulum adalah proses penyusunan rencana tentang isi dan bahan pelajaran yang harus dipelajari serta bagaiman cara mempelajarinya[2] dan tidak mengabaiakan prinsip-prinsipnya, baik prinsip umum maupun khusus. Adapun prinsip umum dalam pengembangan kurikulum adalah relevansi, fleksibilitas, kontunuitas, praktis, efektivitas; sedang prinsip khusus adalah berkenaan dengan tujuan isi pendidikan, berkenaan dengan pemilihan isi pendidikan, berkenaan dengan pemilihan proses belajar mengajar, berkenaan dengan pemilihan media, dan berkenaan dengan pemilihan kegiatas penilaian[3].  
Lebih lanjut pada makalah ini akan terfokus pada kajiannya tentang analisis pelajaran serta pengembangan silabus (yang merupakan bagian dari kurikulum) Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Atas sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan.


BAB II
PEMBAHASAN
A.     Materi Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA.
Agama memiliki peranan yang sangat penting bagi kehidupan manusia, bahkan agama seolah mendominasi sebagai besar kehidupan. Karena agama merupakan motivator untuk mejawab segala persoalan-persoalan yang di luar jangkauan akal manusia. Agama juga sebagai alat untuk mengembangkan serta pengendalian diri yang efektif. Maka dari itu, perting kiranya agama untuk diketahui, dimengerti atau dipahamai, dan diamalkan oleh manusia sebagai dasar pembentukan kepribadian sehingga menjadi manusia seutuhnya.
Lebih dalam, agama juga sebagai alat untuk mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya , hubungan manusia dengan manusia, hubungan manusia dengan alam, bahkan hubungan manusia dengan dirinya sendiri. Sehingga dari berbagai aturan hubungan yang ada tersebut dapat menciptakan keselarasan, keseimbangan, serta keserasian dalam kehidupan, kehidupan dirinya maupun masyarakat.
Dari sini dapat disimpulkan bahwa secara garis besar agama sebagai dasar tata nilai merupakan penentu dalam perkembangan dan pembinaan rasa kemanusiaan yang adil dan beradab, manusia yang adil dan beradab merupakan komponen untuk menciptakan kesatuan suatu bangsa. Sabagai manusia tidak cukup menjadi manusia adil dan beradab, lebih dari itu juga harus menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa, hal ini sejalan dengan salah satu tujuan pendidikan nasional, yaitu meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa[4], dalam hal ini agama yang dimaksud adalah terkhusus agama islam.
Sesuai dengan keterkaitannya tujuan pendidikan nasional tersebut, maka pendidikan agama islam perlu diberikan atau diajarkan pada semua jenjang dan jenis sekolah dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi.
Pendidikan Agama Islam diberikan dengan mengikuti tuntunan bahwa agama diajarkan kepada manusia dengan visi untuk mewujudkan manusia yang bertakwa kepada Allah SWT dan berakhlak mulia, serta bertujuan untuk menghasilkan manusia yang jujur, adil, berbudi pekerti, etis, saling menghargai, disiplin, harmonis dan produktif, baik personal maupun sosial. Tuntutan visi ini mendorong dikembangkannya standar kompetesi sesuai dengan jenjang persekolahan  yang secara nasional ditandai dengan ciri-ciri:
  1. lebih menitik beratkan pencapaian kompetensi secata utuh selain penguasaaan materi;
  2. mengakomodasikan keragaman kebutuhan dan sumber daya pendidikan yang tersedia;
  3. memberiklan kebebasan yang lebih luas kepada pendidik di lapangan untuk mengembangkan strategi dan program pembelajaran seauai dengan kebutuhan dan ketersedian sumber daya pendidikan.
Pendidikan Agama Islam diharapkan menghasilkan manusia yang selalu berupaya menyempurnakan iman, takwa, dan akhlak, serta aktif membangun peradaban dan keharmonisan kehidupan, khususnya dalam memajukan peradaban bangsa yang bermartabat. Manusia seperti itu diharapkan tangguh dalam menghadapi tantangan, hambatan, dan perubahan yang muncul  dalam pergaulan masyarakat baik dalam lingkup lokal, nasional, regional maupun global. Pendidikan Agama Islam di SMA/MA bertujuan untuk:
  1. menumbuhkembangkan akidah melalui pemberian, pemupukan, dan pengembangan pengetahuan, penghayatan, pengamalan, pembiasaan, serta pengalaman peserta didik tentang  Agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT;
  2. mewujudkan manuasia Indonesia yang taat beragama  dan berakhlak mulia  yaitu manusia yang berpengetahuan, rajin beribadah, cerdas, produktif, jujur, adil, etis, berdisiplin, bertoleransi (tasamuh), menjaga keharmonisan secara personal dan sosial serta mengembangkan budaya agama dalam komunitas sekolah.
Adapun diantara materi-materi pedidikan agama islam pada tataran sekolah menengah atas (SMA) sebagai bagian kurikulum untuk mencapai tujuan pendidikan nasional adalah sebagai berikut:
Kelas X
SEMESTER
I[5]
II[6]
BAB
MATERI
BAB
MATERI
1
Memahami ayat-ayat Al-Qur’an tentang manusia dan tugasnya sebagai khalifah di bumi.
1
Memahami ayat-ayat Al-Qur’an tentang anjuran demokrasi.
2
Memahami ayat-ayat Al-Qur’an tentang keikhlasan dalam beribadah.
2
Beriman kepada malaikat.
3
Meningkatkan keimanan kepada Allah melalui pemahaman sifat-sifatnya dalam asmaul husna.
3
Membiasakan perilaku terpuji (berpakaian, berhias, dalam perjalanan, menerima tamu dan bertamu).
4
Membiasakan perilaku terpuji (husnu dzan kepada Allah, kepada diri sendiri, dan sesame).
4
Menghindari perilaku tercela (hasud, riya’, aniaya, dan diskriminasi).
5
Memahami sumber hukum islam, hukum taklifi, dan hukum ibadah.
5
Memahami hukum islam (infaq, zakat, haji, dan waqaf).
6
Mehami keteladanan Rasulullah dalam membina umat periode mekah.
6
Memahami keteladanan Rasulullah dalam membina umat periode madinah.

Adapun salah satu silabus dari berbagai materi Pendidikan Agama Islam SMA kelas X adalah sebagaimana terlampir pada lampiran I.
Kelas XI[7]
SEMESTER
I
II
BAB
MATERI
BAB
MATERI
1
Memahami ayat-ayat Al-Qur’an tentang kompetisi dalam kebaikan.
1
Memahami ayat-ayat Al-Qur’an tentang perintah menjaga kelestarian lingkungan hidup.
2
Memahami ayat – ayat Al-Qur’an tentang Menyantuni Kaum Dhu’afa.
2
Meningkatkan keimanan terhadap kitab – kitab Allah.
3
Meningkatkan keimanan kepada Rasul – Rasul Allah.
3
Membiasakan perilaku terpuji (menghargai karya orang lain).
4
Membiasakan berprilaku terpuji (taubat dan raja’).
4
Memahami Khutbah, Tabligh dan dakwah.
5
Memahami Hukum Islam tentang Mu’amalah.
5
Memahami perkembangan Islam pada abad Modern (1800 – sekarang).
6
Memahami perkembangan Islam pada abad pertengahan (1250 – 1800).



Adapun salah satu silabus dari berbagai materi Pendidikan Agama Islam SMA kelas XI adalah sebagaimana terlampir pada lampiran II.


Kelas XII[8]
SEMESTER
I
II
BAB
MATERI
BAB
MATERI
1
Memahami ayat-ayat Al-Qur’an tentang perilaku toleransi.
1
Memahami ayat-ayat Al-Qur’an tentang pengembangan IPTEK.
2
Beriman kepada hari akhir.
2
Meningkatkan keimanan kepada Qadha’ dan Qadar
3
Membiasakan perilaku terpuji (adil, ikhlas, dan beramal sholeh)
3
Membiasakan perilaku terpuji (indahnya persatuan dan kerukunan).
4
Memahami hukum islam (hukum pernikahan)
4
Menghindari perilaku tercela (isrof, tabzir, ghibah, dan fitnah).
5
Memahami perkembangan islam di Indonesia.
5
Memahami hukum islam (mawaris).
6
Memahami hikmah dari perkembangan islam di Indonesia.
6
Memahami perkembangan islam di dunia.

Adapun salah satu silabus dari berbagai materi Pendidikan Agama Islam SMA kelas XII adalah sebagaimana terlampir pada lampiran III.
Materi-materi tersebut diklasifikasifan menjadi beberapa aspek, yakni aspek Al-Qur’an dan hadist, aspek akhidah, aspek akhlak, aspek fiqih, dan aspek tarikh[9]. Dari berbagai aspek ini diharapkan peserta didik benar-benar bisa menjadi manusia muslim seutuhnya (manusia yang mampu menjalin hubungan baik antara dirinya dengan Tuhannya, dengan sesama, dengan alam, dan dengan dirinya sendiri) dan manusia yang memiliki nilai-nilai yang terkandung di dalam agama, pancasila dan tujuan pendidikan nasional, yaitu: riligius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokrasi, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cainta tnah air, menghargai prestasi, berahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli social, dan tanggung jawab[10].    
B.     Analisis Silabus Mapel PAI SMA
Seperti kita ketahui dari beberapa contoh siluabus-silabus tersebut bahwa silabus dan sistem penilaian disusun berdasarkan prinsip yang berorientasi pada pencapain kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok dan uraiannya, pengalaman belajar, indicator, penilaian (yang meliputi jenis tagihan, bentuk instrument, dan contoh instrument), alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat[11]. Silabus merupakan salah satu produk pengembangan kurikulum dan pembelajaran yang berisikan garis-garis besar materi pembelajaran dengan prinsip pengembangan adalah ilmiah, memperhatikan perkembangan dan kebutuhan siswa, sistematis, relevansi, konsistensi, dan kecukupan[12].
Sehingga dilihat dari segi materi-materi yang ada, pelajaran pendidikan agama islam di SMA sudah sangat luas cakupannya, terbukti materi-materi yang diajarkan atau standar kompetensi, kompetensi dasar maupun indikatornya terdiri dari berbagai aspek (aspek Al-Qur’an dan hadist, aspek akhidah, aspek akhlak, aspek fikih, dan aspek tarikh) agar peserta didik memiliki kompetensi seutuhnya dalam bidang agama islam baik dari segi kognitif, psikomotorik, dan afektif.
Begitu pula dengan materi-materi atau standar kompetensi (SK) mulai dari kelas X sampai XII dan dari segi semester (I dan II) sangat berkesinambungan. Pada kelas X baik semester I dan II, bab satu materi atau SK yang disuguhkan mencangkup ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan tentang tugas manusia sebagai khalifah di bumi dan anjuran demokrasi, begitu seterusnya sampai kelas XII. Secara garis besar SK-SK tersebut dapat diklasifikasikan sebagai berikut, pada bab pertama di tiap-tiap semester, nilai-nilai islam yang diajarkan pertama adalah ranah kandungan Al-Qur’an, kedua pada tahap keimanan, ketiga pada ranah sifat terpuji maupun tercela, keempat pada ranah pemahaman hukum-hukum islam, dan kelima potret keteladanan Rasulullah SAW dalam membina umat periode Mekah dan Madinah serta perkembangan islam baik di Indonesia maupun Dunia.
Meskipun materi-materi atau SK yang diberikan sudah sangat luas untuk mengantarkan peserta didik dalam mencapai tujuan pendidikan islam yang dicitakan, senyatanya tidak mudah untuk mengarah pada tujuan tersebut. Sebab pendidikan islam harus mertarung dengan pengaruh perkembangan global. Tidak sedikit hal-hal negative akibat pengaruh global, misalnya mulculnya pribadi-pribadi yang miskin spiritual, materialistik, dan individualistik. Secara umum kehidupan manusia terkesan mengalami frustasi eksistensial, hal ini dapat dilihat dari sifat haus kekuasaan, hidup berfoya-foya, bersenang-senang mencari kenikmatan, bahkan melakukan seks bebas[13]. Fenomena-fenomena ini merupakan tantangan nyata bagi pendidikan agama islam untuk berpartisipasi dalam membangun masa depan manusia sejati.
Pendidikan agama islam sebagai sub sistem pendidikan secara universal diharapkan mampu memberikan kontriubusi positif dengan nilai-nilai ajaran agama islam yang terkandung di dalamnya. Lebih jauh, pendidikan agama islam diharapkan tetap mampu memberikan pemikiran-pemikiran yang sejalan dengan perkembangan jaman atau pengaruh global[14]. Maka dari situlah pada kelas XII semester II materi pendidikan islam di SMA disuguhkan SK terkait kandungan ayat-ayat Al-Qur’an tentang perkembangan IPTEK, dengan harapan siswa mampu melek teknologi dan informasi dan tetap berada di jalur syariah islam dan memiliki kesadaran religious agar tidak terjebak pada sisi negative perkembangan global yang menyusup ke seluruh ruang kehidupan manusia. Pendidikan agama dimaksudkan untuk peningkatan potensi spiritual dan membetuk peserta didik agar menajdi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa  dan berakhlak  mulia.  Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, dan moral sebagai perwujudan  dari pendidikan agama. Peningkatan potensi spiritual mencakup pengamalan, pemahaman, dan penanaman nilai-nilai keagamaan, serta pengamalan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan individual  ataupun kolektif kemasyarakatan. Peningkatan potensi spiritual tersebut pada akhirnya  bertujuan pada  optimalisasi berbagai potensi  yang dimiliki manusia  yang aktualisasinya mencerminkan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan.



KESIMPULAN
Materi-materi atau standar kompetensi pendidikan agama islam di sekolah menengah atas sudah lauas cakupannya, begitu pula dengan pengembangan silabusnya. Hal tersebut dapat kita lihat dalam materi-materi yang ada, dari kelas X sampai kelas XII. Pada sisi awal siswa diberikan materi-meteri yang berkaitan dengan keimanan sebagai dasar keimanan, dan tahap berukutnya tentang bagaimana harus bersikap terhadap orang lain (tolensi, menghargai karya dll), dan tahap selanjutnya siswa diajak untuk menelaah perkembangan (baik perkembangan dalam islam maupun IPTEK). Namun tanggung jawab pendidikan islam sangat besar sejalan dengan perkembangan global, pengaruh perkembangan global selain banyak nilai-nilai positif senyatanya juga tidak sedikit pengeruh nigatif yang menyelimuti kehidupan manusia, misalnya kasus-kasus yang terjadi di kalangan siswa SMA, seperti imbas dari merambahnya ilmu teknologi dan informasi yang menjamur dalam kehidupan, sebut saja internet; dengan internet sangat mudah untuk mengakses film-film porno yang kemudian tidak menutup kemungkinan akan berlanjut pada praktek.
Dari sini materi pendidikan agama islam yang diberikan kepada siswa harus mampu menjadi tameng bagi pengaruh negative dari perkembangan ilmu teknologi dan informasi yang kian hari semakin mengakar menghantui kehidupan (khusunya bagi anak-anak usia remaja).
Pendidikan agama islam juga merupakan pokok dasar dari pembentukan kepribadian manusia menjadi manusia muslim yang utuh (manusia yang mampu menyeimbangkan antara kebutuhan dunia dan akhiratnya).


DAFTAR PUSTAKA

Basri, Hasan dan Beni Ahmad Saebani, Ilmu Pendidikan Islam Jilid II, Bandung: CV. Pustka Setia, 2010.
Darajat, Zakiah, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta: Bumi Aksara, 2006, Cet. VI.
Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Dan Menengah, Direktorat Pendidikan Menengah Dan Umum, Pedoman Khusus Pengembangan Silabus dan Penilaian Mata Pelajaran PAI, 2003.
Maskyur, Ibnu dkk, Modul Pendidikan Agama Islam untuk SMA/SMK,  Kelas X, Semester 1, Penerbit: Dwi Jaya Pustaka.
Majid, Abdul, Perencanaan Pembelajaran Mengembangkan Standar Kompetensi Guru, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2009.
------, Modul Pendidikan Agama Islam untuk SMA/SMK,  Kelas XI, Semester 1 dan II, Penerbit: Hayati Tumbuh Subur.
------, Modul Pendidikan Agama Islam untuk SMA/SMK,  Kelas XII, Semester 1 dan II, Penerbit: Hayati Tumbuh Subur.
Pusat Kurikulum, Pengembangan dan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa, 2009.
Permen Diknas\permendiknas 22 23 24\Permen 22 23 24\1. Permen 22th2006- Standar Isi\Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar\03. Sma-Ma-SMALB-SMK-Mak.
Rina Wahyuni, Ulfah dkk, Modul Pendidikan Agama Islam untuk SMA/SMK,  Kelas X, Semester I1, Penerbit: Dwi Jaya Pustaka.
Sanjaya, Wina, Kurikulum Dan Pembelajaran, Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2009.
Tholkhah, Imam dan Ahmad Barizi, Relevansi Sistem Pendidikan Islam Di Era Teknologi Dan Industri, dalam Jurnal Dialog, No 1 , Tahun 2003.
Cacatan kuliah Perkembangan Kurikulum dengan dosen pengampu Achmad Muhibbin Zuhri, disampaikan pada tanggal 20/04/2012. 


[1] Hasan Basri dan Beni Ahmad Saebani, Ilmu Pendidikan Islam Jilid Ii, (Bandung: CV. Pustka Setia, 2010), 176.
[2] Wina Sanjaya, Kurikulum Dan Pembelajaran, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2009), 31.
[3] Cacatan kuliah perkembangan kurikulum dengan dosen pengampu Achmad Muhibbin Zuhri, disampaikan pada tanggal 20/04/2012.
[4] Zakiah Darajat, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Bumi Aksara, 2006), Cet. VI, 87.
[5] Ibnu Maskyur dkk, Modul Pendidikan Agama Islam untuk SMA/SMK,  Kelas X, Semester 1, (penerbit: Dwi Jaya Pustaka).
[6] Ulfah Rina Wahyuni dkk, Modul Pendidikan Agama Islam untuk SMA/SMK,  Kelas X, Semester I1, (penerbit: Dwi Jaya Pustaka).
[7] …., Modul Pendidikan Agama Islam untuk SMA/SMK,  Kelas XI, Semester 1 dan II, (penerbit: Hayati Tumbuh Subur).
[8] …., Modul Pendidikan Agama Islam untuk SMA/SMK,  Kelas XII, Semester 1 dan II, (penerbit: Hayati Tumbuh Subur).
[9] Permen Diknas\permendiknas 22 23 24\Permen 22 23 24\1. Permen 22th2006- Standar Isi\Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar\03. Sma-Ma-SMALB-SMK-Mak.
[10] Pusat Kurikulum, Pengembangan dan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa, 2009, 9-10.
[11] Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Dan Menengah, Direktorat Pendidikan Menengah Dan Umum, Pedoman Khusus Pengembangan Silabus dan Penilaian Mata Pelajaran PAI, 2003, 4.
[12] Abdul Majid, Perencanaan Pembelajaran Mengembangkan Standar Kompetensi Guru, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2009), 40.
[13] Tidak sedikit kasus-kasus yang terjadi di kalangan anak sekolah menengah yang melakukan tindakan abnormal tersebut.
[14] Sejarah telah membuktikan bahwa banyak pemikir-pemikir islam yang memiliki kemampuan menyeimbangkan antara pengetahuan islam dan umum. Seperti; Ibn Hayyan sebagai bapak kimia (721-815), Ibn al-Haytham sebagai bapak ahli fisika di bidang optik (965-1039), Musa al-Khawarizmi sebagai bapak ahli matematika, Muhammad al- Razi sebagai bapak ahli pengobatan yang didasarkan atas observasi klinik (865-925), Abi Rayhan al-Biruni sebagai bapak ahli alam terbesar dalam islam (973-1051). Lihat, Imam Tholkhah dan Ahmad Barizi, Relevansi Sistem Pendidikan Islam Di Era Teknologi Dan Industri, dalam jurnal Dialog, No 1 , Tahun 2003, 57.   

0 komentar:

Poskan Komentar